Akhirnya kesampaian juga punya modem EVDO. Tawaran kecepatan diatas rata-rata provider yang ada sekarang dengan biaya berlangganan yang terhitung sangat miring (untuk provider smart dan flexi) membuat modem EVDO menjadi primadona bagi mereka yang ingin berselancar tanpa khawatir kantong jadi bolong ;)
Tipe modem EVDO yang aku beli adalah
ZTE AC2726i yang dibundel oleh provider smartfren dengan tambahan kartu perdana yang siap online gratis 30 hari.

Alasan utama aku memutuskan membeli modem tipe ini adalah telah didukungnya dual band CDMA 800/1900 Mhz. Dengan kata lain, modem ini mampu beroperasi dengan menggunakan kartu flexi (800 Mhz) dan SMART (1900 Mhz). Jadi, aku bisa terkoneksi ke internet kapan dan dimana saja. Asik nggak tuh?
Yah, tuntutan pekerjaan yang mengharuskanku sering berpindah lokasi kerja namun tetap terkoneksi ke internet. Karenanya modem yang aku beli seharga 590000 ini adalah hal yang aku butuhkan untuk memastikan agar aku tetap terkoneksi ke internet sesuai kebutuhanku.
Oh ya, modem ZTE AC2726i ini sudah otomatis terdeteksi dengan baik di sistem operasi Windows. Driver secara otomatis terinstall begitu modem ini aku colokkan ke port USB untuk pertama kalinya. Setelah instalasi driver selesai, kemudian aku mendapati tampilan GUI (graphical user interface) bawaan smart tampil di layarku. Sangat membantu dan jauh dari kata ribet, semua sudah terinstal otomatis.
Hanya saja hal yang cukup mengganggu adalah panas yang dikeluarkan oleh modem ini saat beroperasi. Aku agak khawatir dengan usia modem ini. Maklumlah, panas berlebihan adalah musuh utama dari perangkat elektronik. Bagi yang mengalami hal yang sama, silahkan baca
tips menyiasati panasnya modem ini.
Ok, cukup dulu laporan dari pengalaman ber-EVDO ria. Kembali kepada anda pembaca di rumah masing-masing. Hery Yustana melaporkan...(gaya reporter activated!)