Sabtu, 08 Oktober 2011

Sudah lebih dari 2 bulan ini aku menggunakan Android. Sebelumnya aku memang 'ngidam' pengen pakai smartphone bersistem operasi keluaran Google ini. Meskipun di Medan (dan Indonesia) Blackberry masih menjadi standar smartphone, tapi aku tidak pernah ingin membelinya. Cukuplah istriku saja ;)

Berbeda dengan Blackberry dan iPhone, Android tidak diproduksi oleh 1 vendor saja. Sehingga banyak vendor yang mengeluarkan smartphonenya dengan beragam tipe dan versi Android. Tipe yang aku pakai adalah Galaxy Ace keluaran Samsung.

Galaxy Ace ini sendiri mulai ada dipasaran sejak Maret 2011 dipasar Indonesia, jadi memang bukan barang baru lagi. Sengaja aku pilih karena spesifikasi yang lumayan oke dengan harga yang tidak memberatkan kantong. Galaxy Ace ini dilengkapi dengan prosessor 800Mhz, Kamera 5Mpix dengan flash, RAM 278Mb dan free MicroSD 2 Gb memory penyimpanan. Spesifikasi lengkapnya bisa lihat disini.

dan Aku terkesan

Android tanpa internet hanya akan kehilangan fungsi smartphonenya, seperti Blackberry dan iPhone. Setelah mendaftar ke paket Telkomsel flash aku pun leluasa menggunakan fitur-fitur Gmail, Maps, dan browsing. Ada bejibun aplikasi tambahan yang gratis didownload dari Market. Beberapa aplikasi yang aku install adalah Yahoo Messenger, Twitter, Google Translate, Islamic Prayr Times dan WhatsApp.

Pertimbangan awal pemilihan smartphone dari Samsung ini lebih ke arah keperluan bisnis. Jadi, integrasi yang solid dengan layanan Google sangat aku nikmati. Misalnya penyusunan jadwal kerja yang aku buat dari menu calendar secara otomatis tersinkron dengan Google Calendar sehingga aku bisa mendapatkan jadwal kegiatan lengkap meskipun sedang jauh dari handphone atau jauh dari internet.

Aku senang dengan kecepatan respon dan fitur import kontak yang baik sekali. Semua daftar kontak baik dari kartu GSM, Gmail dan Yahoo Messenger teratur rapi dan mudah diakses dari menu kontak. Sms yang masuk juga dikategorikan berdasarkan pengirim dan disusun dengan gaya percakapan, seperti pada Blackberry milik istriku. Integrasi dengan social media juga keren. Aku bisa dengan mudah membagikan hampir semua konten di Galaxy Ace-ku ini ke jaringan Facebook, Twitter dan blogku.

Fitur Maps juga responsif mendeteksi posisiku berada dan menampilkan hasil pencarian tujuan yang aku inginkan, lengkap dengan kemampuan memberikan rute perjalanan. Seru! Oh ya, untuk akurasi yang lebih tinggi, aktifkan saja fitur GPS-nya. Tapi hati-hati dengan batere yang lebih cepat terkuras.

Nah, ada lagi fitur yang sangat keren : Tethering. Dengan fitur ini aku seperti mempunyai jaringan WiFi pribadi di rumah. Internet semakin mudah aku bawa kemana-mana :D

Upgrade ke Gingerbread (versi 2.3.4)

Keunikan smartphone ber-Android adalah sistem operasinya bisa diupgrade tanpa harus mengganti smartphone itu sendiri. Kebayang kalo harus ganti komputer hanya karena ingin upgrade sistem operasinya bukan? Mahal -_-. Gatal rasanya tanganku ingin mengupgrade sistem operasi Galaxy Ace ini ke versi yang lebih tinggi. Di beberapa negara eropa, upgrade bisa dilakukan langsung lewat software bawaan Galaxy Ace yaitu Samsung Kies (disertakan di CD penjualan). Cukup update Samsung Kies dan selebihnya biar aplikasi itu yang nanti akan mengupgrade sistem operasi smartphonenya. Sayangnya ini tidak berlaku untuk pasar Indonesia.

Nah, hampir sebulan ini aku telah mengupgrade OS Galaxy Ace ini dari Froyo ke Gingerbread. Dari sisi fitur sebenarnya tidak terlalu besar perbedaannya. Tapi rasanya senang saja menggunakan OS yang lebih baik dari standar pabriknya. Sedikit catatan di penggunaan RAM yang sedikit lebih banyak dari dibanding Froyo. Tapi aku rasa itu wajar saja mengingat ada penambahan fitur baru.

Haus Batere

Agaknya ini menjadi keluhan standar bagi pengguna smartphone yang intens dengan kegiatan berinternet. Batere Galaxy Ace ini segera minta dicharge ulang setelah pemakaian sekitar 4-5 jam untuk kegiatan browsing dan chatting. Macam laptop saja. Repot juga kalau gini, tidak bisa terlalu lama jauh dari stop kontak. Solusinya saat aku lebih membutuhkan smartphone ini untuk komunikasi, aku cukup mematikan komunikasi datanya saja. Setelahnya aku bisa menggunakan smartphone ini seharian tanpa harus khawatir tentang baterenya.


0 komentar:

Posting Komentar

Komentar Anda..?

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Langganan RSS Feed Follow me on Twitter!