Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 20 November 2013

Pola hidup yang tidak sehat ditambah dengan stress yang sering dihadapi membuat kondisi tubuh menjadi buruk. Akibatnya berbagai penyakit kronis sepertinya mudah hinggap. Hipertensi (Tekanan Darah Tinggi), Tipus, Asam Lambung, Kangker, Diabetes, Gangguan Ginjal dan sebagainya.

Dengan kemajuan teknologi, beragam penyakit diatas dapat disembuhkan secara medis, meski dengan biaya yang tidak bisa dibilang murah dengan hasil kesembuhan yang juga tidak terlalu tinggi.  Munculah beragam pengobatan penyakit secara alternatif. Umumnya pengobatan non-medis ini melibatkan bahan-bahan pengobatan yang berupa ramuan-ramuan tradisional. Dan harus diakui bahwa dalam banyak kasus, tingkat kesembuhan dengan metode pengobatan tradisional termasuk tinggi.

Rabu, 18 Juli 2012

Bagi yang pernah mampir di website yang membahas komparasi 2 produk yang sedang bersaing dipasaran, seringnya akan melihat artikel-artikel di website tersebut akan dihujani komentar dari masing-masing pendukung produk tersebut. Sebut saja perdebatan panjang penggemar Honda dengan Yamaha, atau 'pertarungan' para Apple Fanboy dengan pasukan Android. Tidak ada habis-habisnya dan cenderung mendiskreditkan pihak yang berseberangan.

Senin, 09 Agustus 2010

Asam lambungku naik!

Beberapa hari ini aku merasakan lambungku bermasalah. Selera makan turun drastis, utamanya saat makan siang. I really lost the appetite!

Dari pengalamanku selama ini, gejala yang aku rasakan sekarang ini berkorelasi langsung dengan pikiran yang kacau. Hmm...kurasa ada benarnya juga.

Aku pernah membaca beberapa artikel kesehatan tentang besarnya andil suasana hati/pikiran dalam kesehatan tubuh. Beberapa penyakit menunjukkan gejala aktif saat pikiran sedang tidak tenang atau stress. Mulai dari sakit pada tulang belakang, rasa mual, migrain, maag. Bahkan menurut penilitan, luka pada penderita diabetes akan sulit sembuh jika penderita tersebut mengalami stress.

Ada artikel menarik yang baru saja aku baca tentang penanganan klinis yang cukup ringan dalam mengatasi stress, namanya Diaphragmatic Breathing. Kurang lebih maknanya adalah dengan bernafas dengan memaksimalkan gerakan diafragma (bagian lambung hingga diatas pinggang). Saat bernafas menggunakan teknik ini, oksigen akan maksimal ditarik kedalam darah, meningkatkan kadar oksigen dalam darah. Selain itu pergerakan pernafasan ini membuat tubuh menjadi lebih rileks.

Jumat, 14 Mei 2010



Minggu lalu saat nemenin istri jalan-jalan ke mall, aku singgah ke toko buku. Ada satu buku yang langsung menarik perhatianku. Judulnya 'Dahsyatnya Otak Tengah'.

Buku ini mengulas tentang kelebihan yang didapatkan oleh orang-orang (khususnya anak-anak) yang telah mengaktifkan otak tengahnya. Karena memang ditujukan untuk orang tua yang ingin memaksimalkan potensi kecerdasan anaknya, maka tanpa pikir panjang aku langsung beli saja.

Sedikit cerita tentang isi buku ini (aku belum selesai baca sih sebenarnya), otak tengah berfungsi sebagai bridge (jembatan) yang menghubungkan otak kiri (kecerdasan logika, matematika dan unsur-unsur emosi negatif) dengan otak kanan (cita rasa seni, intuisi, unsur-unsur emosi positif). Otak tengah ini berfungsi menyeimbangkan dan akselerasi kecerdasan dominan pada otak (baik kiri maupun kanan) sehingga kecerdasan seseorang menjadi lebih optimal.

Rabu, 24 Februari 2010

Alhamdulillah, Raissa telah sembuh dari demamnya.

Setelah hampir 3 hari menderita demam, anak sulungku ini sembuh juga. Aku sangat bersyukur demam kemarin bukan merupakan awal sakit yang lebih parah. Susahnya hati jika putri 3 tahun-ku ini sakit. Aku selalu kangen dengan celotehannya yang lucu dengan logat cadel yang kental.

Selama sakit, Raissa terhitung rewel. Aku maklum saja. Dibutuhkan kesabaran ekstra untuk membujuknya menghabiskan makan. Harus kreatif mengajak Raissa bercerita sehingga dia mau meminum obat penurun demamnya. Alhamdulillah semua berhasil.

Kamis, 19 November 2009

Dikutip dari detikinet.com sebuah riset yang digagas oleh sebuat website kesehatan di inggris terungkap bahwa kesehatan orang-orang yang bekerja di bidang TI (teknologi informasi) menempati ranking paling buruk.
"Para desainer website, developer software atau tech support misalnya, jarang berolahraga dan punya kebiasaan makan yang buruk", demikian kira-kira hasil temuannya. Waduh, pantas saja kesehatanku belakangan ini tidak begitu baik. hahahaha.
Alasan yang berhubungan langsung dengan buruknya kesehatan pekerja TI adalah pola kerja yang tidak sehat. Umumnya mereka kurang bergerak. Aku sendiri duduk hampir 8 jam perhari menatap monitor dan berkonsentrasi dengan setumpuk kode-kode web programming. Kadang karena terlalu konsentrasi hingga lupa minum. Otot leher dan pundak yang terasa kaku serta pinggang yang sakit menjadi suatu hal yang lumrah dirasakan setiap harinya.
Berikutnya pekerjaan yang terungkap berpotensi menyebabkan kesehatan yang buruk adalah Resepsionis, Sales, Operator tiket dan mereka yang bekerja dibidang marketing.
Berikut saya mau berbagi tips yang aku lakukan untuk mengurangi keluhan-keluhan yang terjadi:

  1. Minum air putih minimal 6-8 gelas perhari untuk mengurangi keluhan sakit pinggang
  2. Secara berkala mengalihkan pandangan ke benda-benda selain (utamanya berwarna hijau) juga membantu mengurangi keluhan kaku pada otot leher dan pundak
  3. Posisi duduk juga harus diatur agar mata minimal berjarak minimal 50cm dari layar monitor.
  4. Posisi siku terhadap meja kerja juga harusnya dijaga agar maksimal memiliki kemiringan 5°.
  5. Selain itu usahakan saat mengetik di keyboard, pangkal telapak tangan tidak menyentuh pinggiran keybord.
Jaman sekarang ini kesehatan sangat mahal harganya. Jadi daripada keluar duit ratusan ribu untuk berobat, ayo dicoba tips-tips diatas.

Senin, 16 November 2009


Sesendok madu setiap malam sebelum tidur ternyata sangat ampuh membantu menjaga stamina. Anak-anakku sudah membuktikannya.
Sewaktu anak sulungku (Raissa) berusia 2 sampai 7 bulan, aku ingat sekali jika setiap bulannya dia selalu saja sakit. Mulai dari mencret, batuk, flu disertai demam dan sebagainya.
Suatu kali seorang dokter muda yang buka praktik didekat rumahku memberiku tips untuk menjaga kesehatan anak. Dokter muda ini menamakan tipsnya 'terapi madu 3 bulan'. Intinya aku harus memberikan satu sendok makan madu asli (beli di supermarket) setiap malam sebelum tidur, tidak terputus selama 3 bulan.

Aku turuti. Dan ternyata memang manjur. Raissa menjadi tidak gampang kena flu, batuk dan penyakit lainnya yang umum menyerang anak kecil. Jikapun terkena flu misalnya, dalam tempo kurang dari 3 hari dia sudah sembuh. Kebetulan memang Raissa gemar dengan rasa manisnya. Maka dari itu hingga kini aku rutin memberinya satu sendok makan madu tiap malam.
Jika dibandingkan dengan anak bungsuku (Qiara) yang tidak rajin minum madu (karena memang kurang suka), Qiara lebih gampang sakit dan lama sembuhnya.
Semoga info ini bisa membantu.

ps: Tips ini juga bagus dipraktekkan bagi para dewasa


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Langganan RSS Feed Follow me on Twitter!