Senin, 19 Juli 2010

Sabtu kemarin seorang teman dari bali menanyakan berapa biaya yang aku kenakan untuk membuat website. Menghadapi pertanyaan seperti ini terus terang aku sulit menjawabnya.

Jenis pertanyaan diatas beberapa kali dilontarkan kepadaku. Itu karena mereka tahu bahwa pekerjaan sehari-hariku adalah berhubungan dengan pembangunan dan pengembangan website. Bagiku cukup sulit menetapkan besaran nominal pembuatan website. Kesulitan timbul karena aku butuh beberapa data awal dari calon klien sehingga biaya yang harus dikeluarkan oleh klien itu bisa aku perkirakan. Apa-apa sajakah data yang harus aku dapatkan (sebagai webdeveloper) dari calon klien?

1. Jenis Website
Peruntukan website menentukan besaran biaya yang dikenakan. Website yang bertujuan profit sewajarnya akan berharga lebih tinggi dibandingkan website yang bersifat non-profit. Sisi security, Maintenance dan fitur pendukung pada website yang berorientasi profit membuat biaya pembuatan menjadi lebih tinggi.

2. Ketersediaan Data Konten Website
Klien yang sudah memiliki data mentah untuk diolah menjadi konten website sewajarnya akan menjadi pertimbangan webdeveloper dalam menentukan biaya pembuatan website. Tentunya jika klien sudah memiliki logo, tagline, konten untuk sub-sub menu akan mendapati biaya pembuatan website yang lebih murah dibanding klien yang sama sekali belum punya data.

3. Domain dan Hosting
Umumnya klien yang aku temui tidak memiliki perencanaan sama sekali tentang nama (alamat) website yang ingin mereka miliki. Demikian halnya juga dengan seberapa besar kapasitas data yang akan disimpan dalam website. Webdeveloper tentu akan mempunyai pertimbangan dari sisi bisnis dalam menghadapi klien dengan tipe seperti ini. Memang penentuan alamat website dan kapasitas penyimpanan yang dibutuhkan lebih kearah urusan teknis, dimana tidak semua klien cukup memiliki pengetahuan di area ini.

4. Fitur-fitur Pendukung
Website dengan fasilitas seabrek pastinya akan membuat harga website menjadi melambung. Klien sering minta fasilitas tambahan saat website masih dalam pengerjaan, beberapa diantara mereka sulit menerima bahwa mereka harus dikenakan biaya tambahan. Jadi hati-hati dengan permintaan ;)

Intinya, jika seorang klien tahu apa yang dia mau, dan memiliki data mentah yang lengkap tentu akan membuat transaksi akan menjadi lebih mudah dan murah. Jadi tidak asal "Tolong buatkan website untuk bisnis pakaian" contohnya, sementara klien tidak memiliki data pendukung yang cukup, kecuali jika uang bukan masalah bagi anda ;)

Satu hal lagi, tidak ada hal yang benar-benar ideal di dunia ini. Maksudku, kita (webdeveloper) tidak bisa mengharapkan calon klien memiliki pengetahuan teknis tentang web developing. Untuk itu, perlu ada suatu form isian yang membantu calon klien untuk mengetahui aspek-aspek yang diperlukan dalam pembuatan website. Jika anda (klien) ingin mengetahui seperti apa contoh form isian tersebut, bisa di download disini.

Gimana? sudah ada gambaran?
Categories: ,

5 komentar:

  1. Mariasunarto19 Juli 2010 20.09

    paling tidak data kasar harus diatas kertas dulu ,harus teliti secermat-cermatnya,
    wah sobat sudah ahli masih sulit menentukan harga ,apalagi saya .
    sukses selalu bang Hery dengan semangat full.amin

    BalasHapus
  2. Jadi nambah wawasan lagi nih, nais share

    BalasHapus
  3. kalo web MLM paling murah brapa bang? pingin nich untuk bisnis pulsa kecil2an?

    BalasHapus
  4. halo mas stariyo2807, saya ada beberapa portfolio untuk website MLM, bisa dilihat di banghery.info

    Untuk masalah harga, tergantung dari seperti apa fitur-fitur yang ingin dibuatkan. Saya hubungi mas satriyo via email ya. Salam :)

    BalasHapus
  5. Kalau web sekolah brp haa

    Namira

    BalasHapus

Komentar Anda..?

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Langganan RSS Feed Follow me on Twitter!